This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 04 Juni 2017

Pertemuan 4

Kamis, 4 Mei 2017
14.00 - 15.00
RPTRA Meruya Utara



Masih bertempat di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Meruya Utara, Kelompok 3 Character Bulding Kewarganegaraan LB41 dari Binus University melakukan pendampingan belajar anak bersama dengan pengurus RPTRA yang dipimpin oleh bapak Aziz. Sebelum bimbingan belajar di mulai, kami diberi pengarahan terlebih dahulu oleh yang bersangkutan mengenai materi bimbingan pada hari ini. Materi yang diajarkan beragam berdasarkan usia dan kelas siswa bimbingan. Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diberi materi mengenai pengenalan anggota tubuh. Siswa Sekolah Dasar diberi bimbingan untuk menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) mereka sebelum diberi materi mengenai anggota tubuh dan fungsinya. Pak Aziz tak lupa mengingatkan untuk memperhatikan time limit dalam mengajar, untuk diselingi dengan games supaya bimbingan belajar yang diberikan menjadi lebih menarik dan berkesan. 



Anak-anak di usia PAUD sampai dengan Sekolah Dasar (SD) memang memiliki waktu fokus yang relatif pendek, Menyadari hal tersebut RPTRA Meruya Utara membatasi waktu ajar anak dengan formula dua kali usia anak sama dengan menit fokus (2 x usia = menit fokus). Contohnya siswa bimbingan berusia PAUD di usia 4-5 tahun memiliki waktu fokus dikisaran 8-10 menit dan siswa sekolah dasar berusia 10 tahun memiliki waktu fokus dikisaran 20 menit. Oleh karena itu siswa bimbingan selalu diberi selang waktu bermain 10 sampai dengan lima belas menit disela-sela waktu mengajar. Permainan yang diberikan dapat berupa kegiatan fisik seperti bermain bola, engklek, atau kegiatan lain bersama para pendamping. Cara ini diyakini melatih kecakapan kognitif dan fisik anak bimbingan di tempat ini. 


Seperti biasa setelah kegiatan bimbingan, kami diajak untuk wrap up bersama pengurus RPTRA untuk mengetahui kemajuan dan kendala pada kegiatan pendampingan pada hari ini. Setiap anggota kelompok menceritakan kegiatan mereka bersama dengan murid yang mereka bimbing. Willy menemui seorang anak bimbingannya yang agak sulit dalam mendengarkan arahan seperti teman lainnya. Oleh karena itu anak bimbingannya pada hari itu diberi kegiatan mewarnai. Pak Aziz kemudian menjelaskan bahwa anak tersebut tenyata berkebutuhan khusus, dia memiliki waktu fokus yang lebih pendek dibanding dengan teman-temannya. Pak Aziz kemudian memberikan arahan kepada kami tentang bagaimana cara menghadapi anak- anak berkebutuhan khusus sesuai dengan tata cara mengajar di RPTRA Meruya Utara yang anti kekerasan fisik maupun mental.

oleh: Willy Dwira Yudha





Senin, 29 Mei 2017

Pertemuan 5

Jam: 14.00 - 15.00
Lokasi: Jl. Mawar Putih, RT 10/04, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11620
\
 Pada hari selasa 6 mei 2017 pada hari sabtu . Kelompok kami  (kelompok 3 LB41) melakukan kegiatan pendampingan belajar sehubungan dengan tugas Character Building: Kewarganegaraan, yang bertempat Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Barat yaitu RPTRA Meruya Utara.

 Ini adalah hari ke 3 kami dalam menjalankan bimbingan kepada anak-anak, hampir seluruh anggota kami hadir dalam pertemuan ini, semua anggota kelompok kami datang pada hari ini tidak ada satu orang pun yang tidak hadir.

 Seperti biasa nya sebelum pelajaran kami mulai , kami memulainya dengan berdoa. Pada kesempatan ini kami dapat lebih mengenal dan berinteraksi dengan anak-anak yang kami bimbing, yang pada sebelumnya belum terlalu akrab. Beberapa dari anak-anak yang sudah berumur lebih dari 8 tahun mudah diajak berinterkasi akan tetapi untuk anak-anak yang berusia 5 tahun atau PAUD, belum dapat di ajak komunikasi dengan baik.dikarena perbedaan umur maka dari itu RPTRA mem bagi kami ke beberapa tugas untuk membimbing anak anak yg kami asuh.


 Disini kami diajarkan untuk bisa mengerti kondisi anak anak yang ada di RPTRA ini.yang awalnya kami tidak dapat mengajar jadi bisa memahami sedikit bagaimana caranya belajar dan bersosialisasi dengan baik dan benar.kami juga diajarkan untuk bersabar dan mengontrol emosi yang kami miliki.


Setelah selesai mangajar kami dan pak aziz melakukan briefing sebentar untuk mengevaluasi kegiatan kami pada hari ini apa ada kendala atau tidak.pak aziz akan memberikan arahan yang benar agar kita tidak sembarangan dan sabar dalam mengahdapi anak anak yang ada di RPTRA tersebut.pak aziz selalu memberikan contoh kepada kami bagaimana cara mengatasi anak yang usia nya 5 tahun dengan 6 tahun,berbeda umur beda juga dengan cara menghadapi nya.banyak yang kami dapat dari pertemuan terakir ini pengalaman yang tidak akan kami lupakan dan sangat berharga.

Jumat, 19 Mei 2017

Pertemuan 2

Jam: 14.00 - 15.00
Lokasi: Jl. Mawar Putih, RT 10/04, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11620


Pada hari Sabtu, tanggal 8 April 2017 pukul 14.00 WIB, kami, kelompok 3 kelas LB41 mata kuliah Character Building: Kewarganegaraan melakukan kegiatan bimbingan belajar di RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) Meruya Utara, Jakarta Barat dalam rangka melaksanakan tugas yang diamanahkan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan.


Hari ini merupakan pertemuan ke-2 kami dengan anak-anak untuk melakukan kegiatan bimbingan belajar tersebut. Sebelum memulai kegiatan, kami berdoa terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa, kami memperkenalkan anggota kelompok kami yang hadir pada siang itu kepada anak-anak. Anak-anak juga memperkenalkan diri mereka kepada kami. Komunikasi antara kami dengan anak-anak juga berjalan dengan sangat lancar karena sebagian besar anak-anak yang kami bimbing sudah kelas 5 SD. Salah satu dari mereka bahkan ada yang sudah kelas 6 SD.

Kami juga dibantu oleh tenaga pembimbing yang sudah sangat berpengalaman dalam membimbing anak-anak. Lingkungan yang bersih, sejuk, dan asri juga memberikan anak-anak dan pembimbing kenyamanan yang turut berperan dalam berlangsungnya kegiatan bimbingan belajar tersebut.



Setelah selesai melakukan kegiatan bimbingan belajar tersebut, kami melakukan suatu diskusi. Tujuan dari diskusi tersebut adalah untuk membahas proses dari kegiatan bimbingan belajar yang baru saja kami selesaikan. Hal yang kami diskusikan termasuk apa saja kesan yang kami rasakan, serta apa saja kendala/hambatan yang terjadi selama kegiatan bimbingan belajar tersebut berlangsung. Menurut kami, melakukan kegiatan bimbingan belajar tersebut merupakan suatu pengalaman yang luar biasa bagi kami.

Pertemuan 3

Jam Operasi    : 13.30 – 15.00 WIB
Lokasi             : Jl. Mawar Putih, RT.10/RW.4, Meruya Utara, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11620.





















Pada hari selasa 02 Mei 2017 13.30 WIB. Kelompok kami  (kelompok 3 LB41) melakukan kegiatan pendampingan belajar sehubungan dengan tugas Character Building: Kewarganegaraan, yang bertempat Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Barat yaitu RPTRA Meruya Utara.

Ini adalah hari ke 3 kami dalam menjalankan bimbingan kepada anak-anak, hampir seluruh anggota kami hadir dalam pertemuan ini, Hanya saja terdapat 2 orang dalam kelompok kami yang belum dapat hadir pada kesempatan ini, yaitu Rifqi Omardi – (2001619304) dan Fikri Dwisatrio – 2001619701 di karenakan berhalangan.

Sebelum pembelajaran dimulai, kami memulainya dengan berdoa. Pada kesempatan ini kami dapat lebih mengenal anak-anak yang kami bimbing, yang pada sebelumnya belum terlalu akrab. Beberapa dari anak-anak yang sudah ber umur lebih dari 8 tahun mudah diajak berinterkasi akan tetapi untuk anak-anak yang berusia 5 tahun atau PAUD, belum dapat di ajak komunikasi dengan baik.

Kami yang sebelumnya belum dapat membimbing anak-anak untuk belajar. dapat menyesuaikan dengan baik karena disamping tenaga pembimbing yang ramah. suasana dalam RPTRA Meruya Utara sangat kondusif jadi mereka dapat belajar dengan hikmat.




Setelah kegiatan belajar-mengajar selesai, kami dan pak Aziz membuat suatu briefing. Dimana tujuan dari briefing itu adalah mengetahui kendala, hamabatan, dan kesan-pesan dalam satu pertemuan mengajar. Untuk hasil dari briefing tidak dapat kami ceritakan secara rinci tapi kami akan jelaskan secara garis besar, hambatan yang pertama adalah kurangnya pengalaman kami dalam berinteraksi dengan anak-anak di bawah kami, karena baru mulai lagi membimbing anak-anak dan kurangnya "jam terbang". Solusi dari pak Aziz adalah kita harus membayangkan diri kita sebagai anak tersebut, jangan disamakan dengan teman sebaya kita, tidak akan bisa sinkron apabila kita tidak mengubah perspektif diri kita masing-masing. Yang kedua belum terkoordinir dengan baik cara membimbing anak-anak yang kami bimbing, solusi dari pak Aziz adalah kita harus mencoba mengikuti alur sang anak, jangan menggunakan alur kita karena terlalu cepat. kesan-pesan secara garis besar yaitu ini merupakan pengalaman yang tidak akan dilupakan karena dapat bersosialisasi dengan anak-anak merupakan salah satu pengalaman terbaik kami.





Sabtu, 13 Mei 2017

Penyerahan Proposal RPTRA Meruya Utara

Setelah merevisi proposal pertama kelompok kami, pada Kamis, 06 April 2017 Pk 12.00 WIB sekretaris kelompok kami Michelle – (2001539221) kembali ke lokasi RPTRA untuk bertemu Pak Aziz dan menyerahkan proposal.

Setelah berbincang dengan pengurus RPTRA Pak Aziz, kami mengetahui bahwa jadwal mengajar di RPTRA hanya dilaksanakan 3 kali seminggu, yakni:
1.      Selasa    : Pk 13.30 – 15.30 WIB (jadwal bimbel biasa/membantu tugas sekolah)
2.      Kamis    : Pk 13.30 – 15.30 WIB (jadwal bimbel biasa/membantu tugas sekolah)
3.      Sabtu     : Pk 14.30 – 14.30 WIB (bimbingan bahasa inggris)

Serta anak- anak yang diajarkan mencakup golongan umur:
1.      Dibawah 5 tahun  (Pre-school)
2.      5 s/d 7 tahun         (Tk – 2 SD)
3.      8 s/d 12 tahun       ( 3 SD – 6 SD)


Sehubungan dengan proposal kami yang menuliskan program inggris serta jadwal yang bertabrakan, kelompok kami memutuskan untuk mulai mengajar pada hari Sabtu.


Survey RPTRA Meruya Utara

Jam Operasi    : 07.00 – 22.00 WIB
Lokasi             : Jl. Mawar Putih, RT.10/RW.4, Meruya Utara, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11620.


Pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2017 Pk 13.30 WIB, kelompok kami (kelompok 3 LB41) melakukan survey sehubungan dengan tugas Character Building: Kewarganegaraan dalam rangka mengajukan proposal mengajar dan mendatangi salah satu  Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Barat yaitu RPTRA Meruya Utara.  RPTRA ini terletak dekat dengan kampus binus dan dapat dicapai dengan menaiki angkot M11.


Letak RPTRA ini strategis karena dekat dengan pemukiman warga setempat dan bersebrangan dengan SMPN 215. Sayangnya, dua orang anggota kami yaitu  Rifqi Omardi – (2001619304) dan Willy Dwira Yudha – (2001565491) tidak bisa hadir untuk mengikuti survey dikarenakan berhalangan.

Taman ramah anak ini dibangun di lahan seluas 5.500 meter persegi. Taman yang berada di RW 04, Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Mempunyai fasilitas indoor terdiri atas aula serbaguna, perpustakaan, ruang laktasi, koperasi PKK, ruang PKK.
Sedangkan fasilitas outdoornya mencakup lapangan futsal mini, lapangan multiguna, taman bermain anak-anak, tempat bercocok tanam, kolam gizi, jogging track, amphitheather, taman refleksi, tempat senam, dan taman obat-obatan. RPTRA ini di resmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 29 Desember 2015 silam. Selain sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, juga menjadi sarana bagi orang tua agar bisa berkumpul, bersosialisasi, dan memunculkan ide-ide kegiatan positif.






Setelah seluruh anggota kelompok kami berkumpul, kami memutuskan untuk mendiskusikan jadwal serta proposal kami dengan pengurus RPTRA, Pak Aziz namun dikarenakan Pak Aziz tidak hadir pada saat tersebut, kami berbincang dengan salah seorang pengelola RPTRA, ia mengatakan bahwa selain kami ada banyak kelompok - kelompok mahasiswa dari Binus yang juga mengajukan proposal untuk mengajar dan ia menyarankan agar kelompok kami mengganti program agar jadwal program kami tidak bertabrakan, setelah mendiskusikannya kami memutuskan untuk memperbaiki beberapa program dalam proposal kami. Salah satu yang disarankan bapak tersebut adalah program menanam pohon dan tanaman kecil yang berguna bagi warga seperti tanaman cabai, aloevera, ataupun sawi. Namun karena rasa keingintahuan kami dan keinginan kami berbincang dengan akan anak - anak di RPTRA, kami hanya merevisi proposal kami dan tetap ingin menjalankan program mengajar.





Absensi