Sabtu, 13 Mei 2017

Survey RPTRA Meruya Utara

Jam Operasi    : 07.00 – 22.00 WIB
Lokasi             : Jl. Mawar Putih, RT.10/RW.4, Meruya Utara, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11620.


Pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2017 Pk 13.30 WIB, kelompok kami (kelompok 3 LB41) melakukan survey sehubungan dengan tugas Character Building: Kewarganegaraan dalam rangka mengajukan proposal mengajar dan mendatangi salah satu  Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Barat yaitu RPTRA Meruya Utara.  RPTRA ini terletak dekat dengan kampus binus dan dapat dicapai dengan menaiki angkot M11.


Letak RPTRA ini strategis karena dekat dengan pemukiman warga setempat dan bersebrangan dengan SMPN 215. Sayangnya, dua orang anggota kami yaitu  Rifqi Omardi – (2001619304) dan Willy Dwira Yudha – (2001565491) tidak bisa hadir untuk mengikuti survey dikarenakan berhalangan.

Taman ramah anak ini dibangun di lahan seluas 5.500 meter persegi. Taman yang berada di RW 04, Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Mempunyai fasilitas indoor terdiri atas aula serbaguna, perpustakaan, ruang laktasi, koperasi PKK, ruang PKK.
Sedangkan fasilitas outdoornya mencakup lapangan futsal mini, lapangan multiguna, taman bermain anak-anak, tempat bercocok tanam, kolam gizi, jogging track, amphitheather, taman refleksi, tempat senam, dan taman obat-obatan. RPTRA ini di resmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 29 Desember 2015 silam. Selain sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, juga menjadi sarana bagi orang tua agar bisa berkumpul, bersosialisasi, dan memunculkan ide-ide kegiatan positif.






Setelah seluruh anggota kelompok kami berkumpul, kami memutuskan untuk mendiskusikan jadwal serta proposal kami dengan pengurus RPTRA, Pak Aziz namun dikarenakan Pak Aziz tidak hadir pada saat tersebut, kami berbincang dengan salah seorang pengelola RPTRA, ia mengatakan bahwa selain kami ada banyak kelompok - kelompok mahasiswa dari Binus yang juga mengajukan proposal untuk mengajar dan ia menyarankan agar kelompok kami mengganti program agar jadwal program kami tidak bertabrakan, setelah mendiskusikannya kami memutuskan untuk memperbaiki beberapa program dalam proposal kami. Salah satu yang disarankan bapak tersebut adalah program menanam pohon dan tanaman kecil yang berguna bagi warga seperti tanaman cabai, aloevera, ataupun sawi. Namun karena rasa keingintahuan kami dan keinginan kami berbincang dengan akan anak - anak di RPTRA, kami hanya merevisi proposal kami dan tetap ingin menjalankan program mengajar.





0 komentar:

Posting Komentar