Jam Operasi : 07.00 – 22.00 WIB
Lokasi : Jl. Mawar Putih, RT.10/RW.4, Meruya
Utara, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11620.
Pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2017 Pk 13.30 WIB,
kelompok kami (kelompok 3 LB41) melakukan survey sehubungan dengan tugas
Character Building: Kewarganegaraan dalam rangka mengajukan proposal mengajar dan
mendatangi salah satu Ruang Publik
Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Barat yaitu RPTRA Meruya Utara. RPTRA ini terletak dekat dengan kampus binus
dan dapat dicapai dengan menaiki angkot M11.
Letak RPTRA ini strategis karena dekat dengan pemukiman
warga setempat dan bersebrangan dengan SMPN 215. Sayangnya, dua orang anggota
kami yaitu Rifqi Omardi – (2001619304) dan Willy Dwira Yudha – (2001565491)
tidak bisa hadir untuk mengikuti survey dikarenakan berhalangan.
Taman ramah anak ini dibangun di lahan seluas 5.500 meter
persegi. Taman yang berada di RW 04, Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta
Barat. Mempunyai fasilitas indoor terdiri atas aula serbaguna, perpustakaan,
ruang laktasi, koperasi PKK, ruang PKK.
Sedangkan fasilitas outdoornya mencakup lapangan futsal
mini, lapangan multiguna, taman bermain anak-anak, tempat bercocok tanam, kolam
gizi, jogging track, amphitheather, taman refleksi, tempat senam, dan taman
obat-obatan. RPTRA ini di resmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama pada 29 Desember 2015 silam. Selain sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah
Anak, juga menjadi sarana bagi orang tua agar bisa berkumpul, bersosialisasi,
dan memunculkan ide-ide kegiatan positif.
Setelah seluruh anggota kelompok kami berkumpul, kami memutuskan
untuk mendiskusikan jadwal serta proposal kami dengan pengurus RPTRA, Pak Aziz
namun dikarenakan Pak Aziz tidak hadir pada saat tersebut, kami berbincang
dengan salah seorang pengelola RPTRA, ia mengatakan bahwa selain kami ada
banyak kelompok - kelompok mahasiswa dari Binus yang juga mengajukan proposal
untuk mengajar dan ia menyarankan agar kelompok kami mengganti program agar
jadwal program kami tidak bertabrakan, setelah mendiskusikannya kami memutuskan
untuk memperbaiki beberapa program dalam proposal kami. Salah satu yang disarankan
bapak tersebut adalah program menanam pohon dan tanaman kecil yang berguna bagi
warga seperti tanaman cabai, aloevera, ataupun sawi. Namun karena rasa
keingintahuan kami dan keinginan kami berbincang dengan akan anak - anak di
RPTRA, kami hanya merevisi proposal kami dan tetap ingin menjalankan program
mengajar.
















0 komentar:
Posting Komentar