Jumat, 19 Mei 2017

Pertemuan 3

Jam Operasi    : 13.30 – 15.00 WIB
Lokasi             : Jl. Mawar Putih, RT.10/RW.4, Meruya Utara, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11620.





















Pada hari selasa 02 Mei 2017 13.30 WIB. Kelompok kami  (kelompok 3 LB41) melakukan kegiatan pendampingan belajar sehubungan dengan tugas Character Building: Kewarganegaraan, yang bertempat Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Barat yaitu RPTRA Meruya Utara.

Ini adalah hari ke 3 kami dalam menjalankan bimbingan kepada anak-anak, hampir seluruh anggota kami hadir dalam pertemuan ini, Hanya saja terdapat 2 orang dalam kelompok kami yang belum dapat hadir pada kesempatan ini, yaitu Rifqi Omardi – (2001619304) dan Fikri Dwisatrio – 2001619701 di karenakan berhalangan.

Sebelum pembelajaran dimulai, kami memulainya dengan berdoa. Pada kesempatan ini kami dapat lebih mengenal anak-anak yang kami bimbing, yang pada sebelumnya belum terlalu akrab. Beberapa dari anak-anak yang sudah ber umur lebih dari 8 tahun mudah diajak berinterkasi akan tetapi untuk anak-anak yang berusia 5 tahun atau PAUD, belum dapat di ajak komunikasi dengan baik.

Kami yang sebelumnya belum dapat membimbing anak-anak untuk belajar. dapat menyesuaikan dengan baik karena disamping tenaga pembimbing yang ramah. suasana dalam RPTRA Meruya Utara sangat kondusif jadi mereka dapat belajar dengan hikmat.




Setelah kegiatan belajar-mengajar selesai, kami dan pak Aziz membuat suatu briefing. Dimana tujuan dari briefing itu adalah mengetahui kendala, hamabatan, dan kesan-pesan dalam satu pertemuan mengajar. Untuk hasil dari briefing tidak dapat kami ceritakan secara rinci tapi kami akan jelaskan secara garis besar, hambatan yang pertama adalah kurangnya pengalaman kami dalam berinteraksi dengan anak-anak di bawah kami, karena baru mulai lagi membimbing anak-anak dan kurangnya "jam terbang". Solusi dari pak Aziz adalah kita harus membayangkan diri kita sebagai anak tersebut, jangan disamakan dengan teman sebaya kita, tidak akan bisa sinkron apabila kita tidak mengubah perspektif diri kita masing-masing. Yang kedua belum terkoordinir dengan baik cara membimbing anak-anak yang kami bimbing, solusi dari pak Aziz adalah kita harus mencoba mengikuti alur sang anak, jangan menggunakan alur kita karena terlalu cepat. kesan-pesan secara garis besar yaitu ini merupakan pengalaman yang tidak akan dilupakan karena dapat bersosialisasi dengan anak-anak merupakan salah satu pengalaman terbaik kami.





0 komentar:

Posting Komentar